• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Awas! Aplikasi Populer Ini Diam-Diam Kirim Data ke China?

img

Newsmenit.com Hai semoga semua sedang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Di Titik Ini aku mau membahas informasi terbaru tentang Technology, News, Indonesia, Dunia. Penjelasan Artikel Tentang Technology, News, Indonesia, Dunia Awas Aplikasi Populer Ini DiamDiam Kirim Data ke China Ikuti terus penjelasannya hingga dibagian paragraf terakhir.

    Table of Contents

Pada 18 Juli 2025, organisasi advokasi privasi data asal Austria, Noyb, kembali menyoroti dugaan ketidakpatuhan sejumlah aplikasi populer asal China terhadap regulasi data pengguna di Uni Eropa.

Noyb, yang dikenal aktif mengajukan keluhan terkait praktik pengumpulan data oleh perusahaan teknologi, kali ini menargetkan TikTok, AliExpress, dan WeChat. Ketiga aplikasi ini dituduh mengumpulkan data pengguna secara ekstensif namun enggan memberikan akses penuh kepada pengguna sebagaimana diwajibkan oleh hukum Uni Eropa.

Kleanthi Sardeli, seorang pengacara perlindungan data di Noyb, menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut tidak mematuhi peraturan yang berlaku. Noyb bahkan telah mengajukan laporan terhadap enam perusahaan China pada Januari lalu, menuntut denda hingga 4% dari pendapatan global perusahaan terkait.

Meskipun demikian, Tencent, perusahaan pemilik WeChat, menyatakan komitmennya untuk melindungi privasi dan keamanan data pengguna. Sementara itu, TikTok dan AliExpress belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait tuduhan ini.

Kasus ini menyoroti perbedaan pendekatan antara perusahaan teknologi Barat dan China dalam hal transparansi data. Sebagian besar perusahaan teknologi Barat menyediakan alat bagi pengguna untuk mengakses dan mengunduh data mereka. Sebaliknya, beberapa perusahaan China justru dituduh menghambat akses tersebut, meskipun beroperasi di wilayah hukum yang mewajibkannya.

Laporan ini juga muncul di tengah kekhawatiran global tentang potensi pengiriman data perusahaan ke China, yang memicu perdebatan tentang keamanan dan privasi data lintas batas.

Sekian pembahasan mendalam mengenai awas aplikasi populer ini diamdiam kirim data ke china yang saya sajikan melalui technology, news, indonesia, dunia Saya harap Anda menemukan sesuatu yang berguna di sini pantang menyerah dan utamakan kesehatan. silakan share ini. Sampai bertemu lagi

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.