BI Pangkas SRBI: Rupiah Dibidik, Ekonomi Digenjot Lebih Tinggi?
Newsmenit.com Semoga kebahagiaan menghampirimu setiap saat. Sekarang saya akan mengulas tren terbaru mengenai News, Indonesia. Laporan Artikel Seputar News, Indonesia BI Pangkas SRBI Rupiah Dibidik Ekonomi Digenjot Lebih Tinggi Jangan sampai terlewat simak terus sampai selesai.
- 1.1. outstanding
Table of Contents
Jakarta, 8 Mei 2025 - Bank Indonesia (BI) terus berupaya menjaga stabilitas likuiditas Rupiah dalam sistem keuangan. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengurangi jumlah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang beredar di pasar.
Data terbaru menunjukkan bahwa outstanding SRBI, atau nilai sekuritas Rupiah BI yang belum jatuh tempo, mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun ini. Penurunan ini merupakan bagian dari strategi BI untuk mengelola likuiditas Rupiah secara lebih efektif.
Dengan mengurangi jumlah SRBI yang beredar, BI berharap dapat mengoptimalkan ketersediaan Rupiah di pasar, sehingga mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga stabilitas nilai tukar. Langkah ini juga diharapkan dapat membantu menjaga inflasi tetap terkendali.
Para analis ekonomi menilai bahwa kebijakan BI ini merupakan langkah yang tepat dalam menghadapi dinamika perekonomian global yang penuh tantangan. Pengelolaan likuiditas yang cermat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Lebih lanjut, pengurangan outstanding SRBI ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit perbankan, karena bank memiliki lebih banyak likuiditas untuk disalurkan kepada sektor riil. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.
Terima kasih telah mengikuti pembahasan bi pangkas srbi rupiah dibidik ekonomi digenjot lebih tinggi dalam news, indonesia ini Mudah-mudahan Anda mendapatkan manfaat dari artikel ini tetap semangat berkarya dan jaga kesehatan tulang. Ajak temanmu untuk ikut membaca postingan ini. semoga Anda menemukan artikel lainnya yang menarik. Sampai jumpa.
✦ Tanya AI