• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Cuaca Ekstrem: Siang Membakar, Sore Langit Menangis Deras.

img

Newsmenit.com Dengan izin Allah semoga kita semua sedang diberkahi segalanya. Di Situs Ini saya akan mengulas fakta-fakta seputar News, Indonesia. Artikel Yang Fokus Pada News, Indonesia Cuaca Ekstrem Siang Membakar Sore Langit Menangis Deras Pastikan Anda menyimak sampai kalimat penutup.

Jakarta, 17 Mei 2025 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem selama masa transisi musim. Kondisi atmosfer yang tidak stabil memicu pembentukan awan Cumulonimbus (CB), yang dapat menyebabkan hujan deras, sambaran petir, angin puting beliung, dan bahkan fenomena hujan es.

Intensitas radiasi matahari yang meningkat pada pagi dan siang hari memperkuat proses konvektif di lapisan atmosfer bawah. Hal ini meningkatkan kemungkinan terbentuknya awan konvektif pada sore hingga malam hari. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat dan tidak terduga.

Analisis klimatologi terbaru menunjukkan bahwa puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada bulan Agustus, namun dengan durasi yang lebih pendek dari biasanya, yaitu hanya 43% dari Zona Musim (ZOM). Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan yang tidak merata, berdurasi singkat, dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

Kombinasi beberapa fenomena atmosfer seperti MJO (Madden-Julian Oscillation), gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency terpantau aktif di berbagai wilayah, termasuk Laut Cina Selatan, Samudra Hindia, dan Samudra Pasifik. Kondisi ini berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif dan pembentukan pola sirkulasi siklonik.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca terkini dan menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan dampak cuaca ekstrem. Curah hujan tertinggi tercatat di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dengan 105,7 mm/hari.

Waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu pantau informasi cuaca dari sumber terpercaya.

Begitulah cuaca ekstrem siang membakar sore langit menangis deras yang telah saya jelaskan secara lengkap dalam news, indonesia, Selamat menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan tetap produktif dan rawat diri dengan baik. Bagikan juga kepada sahabat-sahabatmu. lihat artikel lain di bawah ini.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.