• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Disney Merumahkan Ratusan Pekerja: Badai Ekonomi Melanda?

img

Newsmenit.com Selamat berjumpa kembali di blog ini. Di Tulisan Ini mari kita bahas tren Economy, News, Indonesia, Dunia yang sedang diminati. Catatan Mengenai Economy, News, Indonesia, Dunia Disney Merumahkan Ratusan Pekerja Badai Ekonomi Melanda Temukan info penting dengan membaca sampai akhir.

    Table of Contents

Pada tanggal 7 Juni 2025, Disney kembali melakukan penyesuaian tenaga kerja sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari restrukturisasi yang telah dimulai sejak tahun 2023, di mana sekitar 7.000 posisi telah dihilangkan dalam upaya menekan biaya operasional hingga mencapai target penghematan sebesar US$ 5,5 miliar.

Meskipun pemangkasan karyawan ini berdampak pada berbagai divisi, Disney menegaskan bahwa tidak ada tim yang akan dibubarkan secara keseluruhan. Perusahaan yang berbasis di California ini, dengan jumlah karyawan global mencapai sekitar 233.000 orang, terus beradaptasi dengan perubahan lanskap industri hiburan.

Seorang juru bicara Disney menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan seiring dengan transformasi industri yang pesat. Perusahaan terus mengevaluasi cara terbaik untuk mengelola bisnisnya secara efisien, sambil tetap mempertahankan kreativitas dan inovasi yang diharapkan oleh konsumen.

Pergeseran preferensi konsumen dari TV kabel tradisional ke platform streaming menjadi salah satu faktor utama di balik keputusan ini. Disney berupaya mengurangi tekanan biaya operasional di tengah perubahan cara masyarakat menikmati hiburan.

Disney, yang memiliki sejumlah anak perusahaan ternama seperti Marvel, Hulu, dan ESPN, saat ini mengandalkan pertumbuhan pelanggan baru pada layanan streaming Disney+ sebagai pendorong utama pendapatan. Pada kuartal pertama tahun 2025, pendapatan keseluruhan perusahaan mencapai US$ 23,6 miliar, meningkat 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Juru bicara perusahaan menambahkan bahwa Disney telah berupaya meminimalkan dampak pemangkasan karyawan ini, dengan melakukan pendekatan yang cermat dalam setiap pengambilan keputusan.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan disney merumahkan ratusan pekerja badai ekonomi melanda dalam economy, news, indonesia, dunia ini Silahkan cari informasi lainnya yang mungkin kamu suka selalu bersyukur dan perhatikan kesehatanmu. Jangan ragu untuk membagikan ini ke sahabat-sahabatmu. Terima kasih

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.