Dompet Kering, Gen Z Pilih Resesi Cinta Abadi?
Newsmenit.com Selamat datang di blog saya yang penuh informasi terkini. Di Sini saya ingin berbagi tentang Lifestyle, News, Indonesia, Trends yang bermanfaat. Konten Yang Berjudul Lifestyle, News, Indonesia, Trends Dompet Kering Gen Z Pilih Resesi Cinta Abadi Jangan sampai terlewat simak terus sampai selesai.
Table of Contents
Jakarta, [Tanggal Hari Ini] - Generasi Z (Gen Z), kelompok usia 18-28 tahun, kini menghadapi tantangan baru yang disebut resesi percintaan (romance recession). Fenomena ini ditandai dengan keengganan untuk mengeluarkan uang untuk kencan, dipicu oleh tekanan biaya hidup yang tinggi, beban utang pendidikan, dan ketidakpastian pasar kerja.
Survei Bank of America menunjukkan bahwa sekitar separuh Gen Z menganggap biaya hidup sebagai penghalang utama untuk mencapai stabilitas finansial. Hal ini diperkuat oleh data OkCupid yang mengungkapkan bahwa 68% orang bersedia berkencan dengan pasangan berpenghasilan lebih rendah, asalkan memiliki semangat dan prioritas non-material. Namun, riset Pew Research tahun 2024 menunjukkan bahwa anak muda lebih banyak memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk pekerjaan, pendidikan, dan hiburan daripada untuk hubungan romantis.
Michael Kaye, Direktur Pemasaran OkCupid, menyatakan bahwa Gen Z lebih memilih intentional dating, yaitu kencan dengan tujuan yang jelas. Mereka mencari kecocokan dan nilai-nilai yang sama, bukan sekadar kesenangan sesaat yang membutuhkan pengeluaran besar. Pandemi COVID-19 juga berperan dalam meningkatkan ketergantungan Gen Z pada koneksi digital, termasuk media sosial, aplikasi kencan, dan AI.
Laporan Bank of America menunjukkan bahwa sekitar 53% pria dan 54% wanita Gen Z mengaku tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk kencan setiap bulannya. Para ahli berpendapat bahwa generasi ini memiliki pola pikir yang berbeda tentang hubungan asmara dibandingkan generasi sebelumnya. Pandemi telah mengubah cara orang bersosialisasi, sementara tekanan ekonomi membuat kencan dianggap sebagai beban finansial, bukan prioritas.
Pelatih kencan, Damona Hoffman, mengungkapkan bahwa banyak anak muda menarik diri dari pasar kencan karena khawatir tidak memiliki cukup uang. Meskipun demikian, sebagian Gen Z yang tetap berkencan cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran. Beberapa bahkan merasa tidak pantas berkencan karena gaji yang rendah atau masih menanggung utang.
Sebuah studi dari Match Group dan Kinsey Institute pada tahun 2025 menemukan bahwa sepertiga Gen Z pernah berinteraksi dengan AI sebagai pasangan romantis, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang dewasa di AS (16%).
Resesi percintaan ini juga berdampak pada tahapan penting dalam kehidupan. Data Biro Sensus AS menunjukkan bahwa pada tahun 1975, sebanyak 45% orang berusia 25-34 tahun sudah menikah, memiliki anak, rumah, dan hidup mandiri. Namun, biaya rumah, pendidikan, dan pengasuhan anak yang terus meningkat membuat banyak anak muda menunda pernikahan dan rencana berkeluarga.
Di tengah tantangan ini, sebanyak 72% Gen Z telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki keuangan mereka, mulai dari menabung (51%) hingga melunasi utang (24%).
Begitulah dompet kering gen z pilih resesi cinta abadi yang telah saya jelaskan secara lengkap dalam lifestyle, news, indonesia, trends, Saya berharap Anda mendapatkan insight baru dari tulisan ini tetap fokus pada tujuan hidup dan jaga kesehatan spiritual. Bagikan kepada yang perlu tahu tentang ini. silakan lihat artikel lain di bawah ini.
✦ Tanya AI