• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Dompet Lebaran Kempis? Pengusaha Wanti-Wanti Soal Perputaran Uang.

img

Newsmenit.com Assalamualaikum semoga hidupmu penuh canda tawa. Di Jam Ini saya akan mengulas tren terbaru mengenai Economy, News, Indonesia, Dunia. Konten Yang Menarik Tentang Economy, News, Indonesia, Dunia Dompet Lebaran Kempis Pengusaha WantiWanti Soal Perputaran Uang Tetap ikuti artikel ini sampai bagian terakhir.

    Table of Contents

Data terbaru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan penurunan signifikan jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini. Tercatat 146,48 juta orang melakukan perjalanan mudik, angka ini 24% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 193,6 juta orang. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

Akbar Himawan Buchari, Ketua Umum BPP Hipmi, menyampaikan bahwa Lebaran biasanya menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, dengan penurunan jumlah pemudik dan indikasi perlambatan ekonomi yang muncul sejak awal tahun, momentum tersebut tampaknya tidak terwujud tahun ini. Pernyataan ini disampaikan pada hari Jumat, 4 April 2025.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan penurunan perputaran uang selama Lebaran sebesar 12,28%. Penurunan ini berdampak langsung pada sektor pariwisata. Masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang mereka, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Sebagai contoh, tingkat hunian hotel di Yogyakarta mengalami penurunan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mencatat penurunan okupansi libur Lebaran sebesar 30%. Hal ini mengindikasikan kondisi ekonomi yang kurang baik dan memerlukan intervensi dari pemerintah.

Center of Economic and Law Studies (Celios) memprediksi tambahan Jumlah Uang Beredar (JUB) hanya mencapai Rp 114,37 triliun, turun 16,5% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp 136,97 triliun. Data ini semakin memperkuat indikasi perlambatan ekonomi.

Akbar menekankan pentingnya tindakan cepat dari pemerintah untuk mengatasi berbagai indikasi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah yang disarankan meliputi percepatan realisasi belanja sosial dan infrastruktur padat karya, stabilisasi harga kebutuhan pokok, dan pemberian dukungan konkret kepada UMKM. Data Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Januari 2025 juga menunjukkan penurunan, yang semakin menggarisbawahi perlunya tindakan segera.

Terima kasih telah membaca tuntas pembahasan dompet lebaran kempis pengusaha wantiwanti soal perputaran uang dalam economy, news, indonesia, dunia ini Terima kasih atas kepercayaan Anda pada artikel ini tetap semangat berkolaborasi dan utamakan kesehatan keluarga. Silakan share ke orang-orang di sekitarmu. jangan lewatkan konten lainnya. Terima kasih.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.