• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Gaji Menggoda, Solidaritas Karyawan Hancurkan Mimpi Perusahaan.

img

Newsmenit.com Selamat datang semoga kalian mendapatkan manfaat. Di Sini aku mau membahas informasi terbaru tentang Technology, News, Indonesia, Dunia. Ringkasan Informasi Seputar Technology, News, Indonesia, Dunia Gaji Menggoda Solidaritas Karyawan Hancurkan Mimpi Perusahaan Ikuti penjelasan detailnya sampai bagian akhir.

    Table of Contents

Pada tahun 2024, Meta menghadapi tantangan signifikan dalam ambisinya mengembangkan superintelligence. Sejumlah karyawan kunci, termasuk veteran dan rekrutan baru, memilih untuk meninggalkan perusahaan, meskipun Meta menawarkan kompensasi yang sangat tinggi.

Kepergian ini terjadi tak lama setelah CEO Mark Zuckerberg mengumumkan pembentukan Meta Superintelligence Labs (MSL), sebuah divisi yang bertujuan untuk menghadirkan personal superintelligence kepada semua orang. Namun, inisiatif ini tampaknya memicu ketidakstabilan internal dan eksodus talenta.

Menurut laporan Business Insider, setidaknya delapan pegawai Meta telah keluar dalam dua bulan terakhir. Mereka termasuk peneliti, insinyur, dan pimpinan senior produk. Juru bicara Meta menyatakan bahwa kepergian beberapa orang adalah hal yang normal untuk organisasi sebesar ini, dan mendoakan yang terbaik bagi mereka yang telah pergi.

Beberapa veteran yang meninggalkan Meta termasuk Bert Maher, yang bergabung dengan Anthropic setelah 12 tahun di perusahaan, dan Chi-Hao Wu, yang menjadi Chief AI Officer di startup Memories.ai setelah lima tahun di Meta. Wu mengungkapkan bahwa beberapa pekerja merasa kondisi kerja di Meta tidak stabil karena seringnya reorganisasi.

Selain veteran, rekrutan baru juga dengan cepat meninggalkan perusahaan. Avi Verma dan Ethan Knight, misalnya, kembali ke OpenAI kurang dari sebulan setelah bergabung dengan Meta. Beberapa mantan pegawai Meta lainnya juga bergabung dengan OpenAI, yang merupakan rival utama Meta dalam persaingan AI.

Kepergian para pegawai ini, terutama mereka yang telah membangun infrastruktur inti AI Meta, menimbulkan pertanyaan tentang strategi Meta dalam pengembangan superintelligence. Kedatangan pegawai baru dengan gaji besar juga dilaporkan memicu ketegangan internal.

Salah satu mantan pegawai Meta, Liu, berencana meluncurkan newsletter seputar pengembangan dan skala sistem AI. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun meninggalkan Meta, mereka tetap aktif dalam bidang AI.

Meta sebelumnya merekrut talenta dari OpenAI dan Google DeepMind. Beberapa mantan pegawai Meta sebelumnya ikut mengembangkan PyTorch, perangkat lunak open source yang populer untuk melatih AI, dan Triton, bahasa pemrograman untuk mengoptimalkan model AI.

Itulah pembahasan mengenai gaji menggoda solidaritas karyawan hancurkan mimpi perusahaan yang sudah saya paparkan dalam technology, news, indonesia, dunia Saya berharap tulisan ini membuka wawasan baru cari inspirasi dari alam dan jaga keseimbangan hidup. Mari berbagi informasi ini kepada orang lain. cek artikel lainnya di bawah ini.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.