• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Grab Menanggapi: Ojol UMKM, Peluang atau Tantangan?

img

Newsmenit.com Selamat berjumpa kembali di blog ini. Pada Kesempatan Ini saya ingin berbagi pandangan tentang Economy, News, Indonesia, Dunia yang menarik. Konten Yang Menarik Tentang Economy, News, Indonesia, Dunia Grab Menanggapi Ojol UMKM Peluang atau Tantangan Yok ikuti terus sampai akhir untuk informasi lengkapnya.

    Table of Contents

Pada tanggal 26 April 2025, Grab Indonesia memberikan tanggapan terkait wacana pemerintah untuk mengklasifikasikan pengemudi ojek online (ojol) sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menyatakan bahwa pihaknya memahami inisiatif ini sebagai upaya pemerintah untuk memberikan kepastian dan perlindungan yang lebih baik kepada para pengemudi. Model kemitraan yang selama ini diterapkan dinilai memberikan fleksibilitas bagi mitra untuk mengatur waktu kerja sesuai kebutuhan mereka, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat luas untuk memperoleh penghasilan tambahan secara mandiri.

Menurut Tirza, menganggap Mitra Pengemudi sebagai UMKM adalah langkah yang patut dipertimbangkan karena memberikan fleksibilitas dalam pengaturan jam kerja. Akses terhadap kredit bersubsidi serta pelatihan dan peningkatan kapasitas UMKM dari pemerintah juga akan semakin memperluas kesempatan bagi mereka untuk berkembang.

Grab menekankan bahwa dengan ekosistem bisnis yang unik dan model usaha yang berbeda dari industri konvensional, model kemitraan tetap menjadi pendekatan utama. Jika mitra diklasifikasikan sebagai pekerja tetap, fleksibilitas yang selama ini dinikmati akan hilang. Hal ini berpotensi mengurangi kesempatan bagi banyak pihak untuk meningkatkan taraf hidup melalui platform digital, yang selama ini menjadi sumber pendapatan yang dapat diandalkan, terutama di masa transisi atau saat menghadapi tantangan ekonomi.

Tirza menambahkan bahwa jika skema pekerja tetap diterapkan, jumlah mitra yang dapat bergabung akan sangat terbatas, diperkirakan hanya sekitar 10-20% dari jumlah mitra yang terdaftar saat ini. Mereka juga akan terikat pada aturan seperti jam kerja, batas usia, target performa, serta adanya keterbatasan kuota mitra yang dapat bergabung dengan platform.

Grab berharap langkah ini akan membuka potensi kolaborasi yang lebih besar antara sektor publik dan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital, sejalan dengan misi Grab untuk mendorong digitalisasi UMKM hingga ke kota-kota kecil di Indonesia. Isu ini akan didiskusikan lebih lanjut bersama para pelaku industri dalam waktu dekat.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan grab menanggapi ojol umkm peluang atau tantangan dalam economy, news, indonesia, dunia ini sampai akhir Saya berharap artikel ini menginspirasi Anda untuk belajar lebih banyak selalu berpikir kreatif dan jaga pola tidur. share ke temanmu. Terima kasih

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.