Harga Batu Bara Terpuruk: Jerman Sambut, Asia Tinggalkan.
Newsmenit.com Hai selamat membaca informasi terbaru. Pada Hari Ini saya akan membahas manfaat Business, News, Indonesia, Dunia yang tidak boleh dilewatkan. Penjelasan Artikel Tentang Business, News, Indonesia, Dunia Harga Batu Bara Terpuruk Jerman Sambut Asia Tinggalkan Simak baik-baik hingga kalimat penutup.
Table of Contents
Pada Juli 2025, impor batubara termal Asia melalui laut mengalami penurunan sekitar 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya impor dari China dan India, dua importir terbesar, yang telah meningkatkan produksi dan stok batubara domestik mereka dalam beberapa bulan terakhir. Peningkatan pembelian dari Jepang dan Korea Selatan tidak mampu mengkompensasi penurunan tersebut.
Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa impor batubara metalurgi, yang digunakan dalam produksi baja, justru mengalami lonjakan. Hal ini terjadi meskipun sektor industri baja menurunkan penggunaan batubara keras sebesar 12% akibat penurunan produksi baja/pig iron.
Harga batubara termal di China diperkirakan akan tetap stabil dalam jangka pendek, dengan kecenderungan bullish karena pasokan yang terbatas dan gangguan produksi di beberapa area. Sementara itu, harga batubara pada perdagangan Rabu, 6 Agustus 2025, ditutup pada US$ 116,1 per ton, atau turun 0,77%. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan harga batubara selama empat hari berturut-turut, dengan total penurunan mencapai 1,1%.
Di Jerman, produksi listrik dari batubara keras meningkat signifikan sebesar 23,3% pada Januari-Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh penurunan output dari tenaga angin dan hidro, yang menjadikan pembangkit termal berbahan bakar fosil sebagai alternatif utama untuk menjamin pasokan listrik. Total konsumsi energi Jerman naik 2,3% pada semester I-2025, mencapai 187,3 juta ton ekuivalen batubara, akibat cuaca yang lebih dingin dan pertumbuhan ekonomi yang sedikit lebih tinggi.
Sekitar 25% energi listrik di Jerman dihasilkan dari fotovoltaik, sementara produksi energi angin turun 30% dan hidro turun 23%. Pasokan batubara juga terganggu karena gangguan cuaca (hujan) serta keterbatasan ketersediaan batubara di pelabuhan utara.
Terima kasih atas perhatian Anda terhadap harga batu bara terpuruk jerman sambut asia tinggalkan dalam business, news, indonesia, dunia ini hingga selesai Mudah-mudahan artikel ini membantu memperluas wawasan Anda kembangkan ide positif dan jaga keseimbangan hidup. Bantu sebarkan dengan membagikan ini. Terima kasih
✦ Tanya AI