India vs AS: Petani Dibela, Rupiah Terkapar Parah!
Newsmenit.com Mudah-mudahan selalu ada senyuman di wajahmu. Detik Ini saya ingin membahas Business, News, Indonesia, Dunia yang sedang trending. Ringkasan Artikel Mengenai Business, News, Indonesia, Dunia India vs AS Petani Dibela Rupiah Terkapar Parah Jangan diskip ikuti terus sampai akhir pembahasan.
Table of Contents
Hubungan strategis antara India dan Amerika Serikat, yang seringkali dipuji di forum internasional, ternyata menyimpan kompleksitas tersendiri dalam ranah perdagangan. Kedua negara terus berjuang menyeimbangkan kepentingan masing-masing, menciptakan dinamika yang penuh ketegangan.
Pada tanggal 29 Agustus 2025, Rupee India mencatatkan rekor terendah, menembus level 88 terhadap Dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran akan dampak tarif tambahan yang diberlakukan oleh AS, yang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi India dan memperburuk arus investasi.
Presiden AS, Donald Trump, meningkatkan bea masuk untuk barang-barang asal India sebesar 25%, sehingga total tarif menjadi 50%. Langkah ini semakin memperburuk neraca pembayaran India, yang sudah tertekan oleh impor energi dan emas yang tinggi, serta ekspor yang melambat akibat tarif baru dan perlambatan ekonomi global.
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Modi, India mengusung kampanye Atmanirbhar Bharat atau India Mandiri, yang menekankan kemandirian produksi dan pengurangan ketergantungan impor. Namun, kebijakan ini berbenturan dengan tuntutan AS untuk memperkuat perlindungan paten, terutama di sektor farmasi dan teknologi.
Pemerintah India khawatir bahwa implementasi aturan paten yang lebih ketat akan menaikkan harga obat, yang pada akhirnya merugikan masyarakat. Sebaliknya, AS menganggap kebijakan tarif impor tinggi India sebagai hambatan dagang yang tidak adil.
Ekonomi India tumbuh 7,8% pada kuartal I 2025/2026, namun ekonom memperkirakan tarif AS dapat memangkas 0,6-0,8% poin dari pertumbuhan PDB jika berlanjut selama setahun. Bank Sentral India (RBI) masih menargetkan pertumbuhan 6,5%, namun risiko pelemahan ekonomi semakin besar.
India juga memberlakukan equalization levy, yaitu pajak atas pendapatan perusahaan digital asing yang beroperasi di India. Kebijakan ini dinilai diskriminatif oleh AS dan memicu ketegangan dalam perundingan dagang.
Menteri Perdagangan Piyush Goyal menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi petani, pelaku usaha kecil, dan sektor UMKM. Sektor pertanian, yang melibatkan lebih dari 110 juta petani formal dan 12,5 juta petani penggarap, tetap menjadi pilar sosial dan politik yang tak tergantikan bagi negara.
Di tengah ancaman kebijakan tarif dari AS, pemerintah India menegaskan bahwa keberpihakan kepada petani, UMKM, serta sektor-sektor strategis seperti susu dan pertanian akan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan perdagangan.
Meskipun mayoritas ekspor India ke AS berasal dari sektor-sektor seperti perhiasan, farmasi, dan tekstil, dampak kebijakan tarif tetap berpotensi menyentuh lapisan petani, khususnya mereka yang bergantung pada produksi pangan dan komoditas pertanian untuk pasar ekspor.
Itulah informasi seputar india vs as petani dibela rupiah terkapar parah yang dapat saya bagikan dalam business, news, indonesia, dunia Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi banyak orang optimis terus dan rawat dirimu baik-baik. Ajak teman-temanmu untuk membaca postingan ini. jangan ragu untuk membaca artikel lain di bawah ini.
✦ Tanya AI