Kreativitas Tanpa Batas: Popok Bekas Jadi Dinding Rumah!
Newsmenit.com Assalamualaikum semoga kita selalu bersatu. Di Tulisan Ini mari kita eksplorasi potensi Lifestyle, News, Indonesia, Trends yang menarik. Panduan Artikel Tentang Lifestyle, News, Indonesia, Trends Kreativitas Tanpa Batas Popok Bekas Jadi Dinding Rumah Tetap fokus dan ikuti pembahasan sampe selesai.
Table of Contents
Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang berlangsung pada hari Kamis, 7 Agustus, di Sasana Budaya Ganesha, ITB, menjadi ajang unjuk gigi bagi lebih dari 400 hasil riset dan inovasi teknologi karya anak bangsa. Acara ini menampilkan beragam solusi teknologi dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memamerkan Rissa, sebuah sistem layanan publik berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, ITS juga memperkenalkan serangkaian alat kesehatan non-invasif, termasuk IHEART, ICHOL, dan IGLUCO, yang memungkinkan pemantauan kesehatan tanpa memerlukan jarum suntik. Universitas Indonesia (UI) turut serta dengan memperkenalkan Game-Based Assessment, sebuah metode inovatif untuk mengukur kemampuan individu melalui pendekatan permainan.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah Katalis Merah Putih dari ITB. Katalis ini dirancang untuk mempercepat proses produksi kimia secara efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, ITB juga mengembangkan teknologi yang mampu mengolah sawit non-pangan menjadi bahan bakar bensin.
Universitas Padjadjaran (Unpad) menawarkan solusi tekstil alternatif dengan memanfaatkan serat rami. Serat ini diolah melalui teknologi biodegumming berbasis fungi, menghasilkan bahan tekstil yang ramah lingkungan.
Inovasi menarik lainnya datang dari tim pengembang yang menciptakan ECO-BLOX. Mereka memanfaatkan limbah popok bekas yang disterilisasi dan dicampur dengan serbuk jagung, kemudian dicetak menjadi balok modular. ECO-BLOX terbukti mampu menahan tekanan hingga 14 MPa dan memiliki kemampuan meredam panas yang signifikan, menjadikannya ideal untuk konstruksi bangunan di daerah tropis.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri. Ia berharap agar hasil riset yang dipamerkan tidak hanya berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk industri berskala besar yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Mendiktisaintek juga mengingatkan agar riset dan pengembangan sumber daya manusia selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
Pameran ini menjadi bukti nyata potensi besar Indonesia dalam mengembangkan kemandirian teknologi melalui riset yang dilakukan di kampus-kampus dan kolaborasi dengan industri. Berbagai inovasi di bidang energi, pangan, kesehatan, pertahanan, dan kecerdasan buatan dipamerkan, menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam inovasi teknologi global.
Sekian uraian detail mengenai kreativitas tanpa batas popok bekas jadi dinding rumah yang saya paparkan melalui lifestyle, news, indonesia, trends Terima kasih atas kepercayaan Anda pada artikel ini tetap produktif dalam berkarya dan perhatikan kesehatan holistik. Sebarkan kebaikan dengan membagikan kepada yang membutuhkan. Terima kasih
✦ Tanya AI