• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Labuan Bajo Membara: Snorkeling Impian, Rakit Styrofoam Jadi Kenyataan!

img

Newsmenit.com Hai apa kabar semuanya selamat membaca Di Situs Ini saya akan mengupas tuntas isu seputar Travel, Indonesia, Trens, Dunia. Panduan Artikel Tentang Travel, Indonesia, Trens, Dunia Labuan Bajo Membara Snorkeling Impian Rakit Styrofoam Jadi Kenyataan Pastikan Anda membaca hingga bagian penutup.

Dua wisatawan asing mengalami pengalaman pahit saat berlibur di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 20 Juli 2025. Mattew dan rekannya, yang berencana snorkeling di sekitar Taman Nasional Komodo, justru mendapati janji manis yang tak sesuai kenyataan.

Awalnya, Mattew mencari rekomendasi tempat snorkeling melalui grup Facebook. Seorang pria berinisial H menawarkan diri untuk mengantar mereka ke sebuah pulau bernama Nuca Molas, yang diklaim sebagai lokasi snorkeling yang indah. Padahal, Mattew sebenarnya mengincar Pulau Kanawa yang lebih dekat.

Perjalanan menuju Nuca Molas ternyata memakan waktu hingga empat jam, melalui jalur darat dan laut. Selama perjalanan darat, H diduga mengemudi sambil minum bir, merokok, dan menggunakan ponsel. Sesampainya di lokasi penyeberangan, mereka bahkan harus menyeberang menggunakan rakit styrofoam kecil sebelum naik ke perahu yang kondisinya memprihatinkan.

Sesampainya di Nuca Molas, Mattew dan rekannya kecewa karena tidak menemukan spot snorkeling seperti yang dijanjikan. Mereka kemudian diantar kembali ke Labuan Bajo.

Merasa dirugikan, Mattew melaporkan kejadian ini ke Polres Manggarai Barat. Sebelum melapor, ia sempat membagikan pengalamannya di Facebook, yang kemudian ditanggapi oleh H. H meminta Mattew menghapus unggahannya dan bahkan mengancam akan mendatangi penginapannya.

Polisi kemudian mendatangi penginapan Mattew dan berkoordinasi untuk mengejar pelaku serta memastikan keamanan wisatawan tersebut. Kasus ini menjadi pelajaran bagi wisatawan untuk lebih berhati-hati dalam memilih penyedia jasa wisata.

Ringkasan Kejadian:

TanggalKejadian
20 Juli 2025Mattew dan teman mencari spot snorkeling di Labuan Bajo.
-H menawarkan jasa ke Nuca Molas.
-Perjalanan panjang dan kondisi transportasi yang buruk.
-Tidak ada spot snorkeling yang dijanjikan.
-Mattew melapor ke polisi setelah diancam.

Terima kasih telah mengikuti pembahasan labuan bajo membara snorkeling impian rakit styrofoam jadi kenyataan dalam travel, indonesia, trens, dunia ini Terima kasih atas kepercayaan Anda pada artikel ini kembangkan jaringan positif dan utamakan kesehatan komunitas. Ayo sebar informasi yang bermanfaat ini. Sampai bertemu lagi

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.