• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Malang: Kayuhan Sepeda, Masjid Tiban, Bumi Bedengan Memikat.

img

Newsmenit.com Semoga kamu tetap berbahagia ya, Detik Ini mari kita diskusikan Travel, Indonesia, Trens, Dunia yang sedang hangat. Konten Yang Terinspirasi Oleh Travel, Indonesia, Trens, Dunia Malang Kayuhan Sepeda Masjid Tiban Bumi Bedengan Memikat Mari kita bahas tuntas hingga bagian penutup tulisan.

    Table of Contents

Menjelajahi sudut-sudut kota dengan sepeda selalu menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Setiap jalan, gang, dan perkampungan menyimpan kisah dan keunikan tersendiri. Baru-baru ini, saya berkesempatan mengunjungi Malang, kota sejuk di Jawa Timur, dan menemukan banyak hal menarik.

Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan pondok pesantren Salafiyah, Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah, yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Tiban. Arsitektur bangunan dan lanskap pondok ini sangat unik, didominasi warna biru dan putih dengan perpaduan ornamen khas Turki, Timur Tengah, India, dan Tionghoa. Banyak yang penasaran bagaimana bangunan megah ini bisa berdiri di gang sempit yang sulit diakses kendaraan besar.

Setelah menunaikan sholat lohor, saya melanjutkan perjalanan ke Pos Ketan Legenda 1967 (PKL 1967) di jalan Kartini. Tempat ini sudah sangat terkenal dan menjadi ikon kuliner di Malang. Perjalanan menuju PKL 1967 sangat menyenangkan karena jalanan menurun, sehingga kaki hampir tidak perlu mengayuh pedal.

Selanjutnya, saya mencoba menjelajahi Bumi Perkemahan Bedengan yang terletak di tengah hutan pinus. Meskipun lokasinya tidak terlalu jauh dari kota Malang, tanjakannya cukup menantang. Namun, rasa lelah terbayar lunas dengan pemandangan hutan pinus dan kebun jeruk yang membentang luas. Perjalanan pulang dari Bedengan pun terasa ringan karena jalanan menurun, sehingga sepeda melaju dengan sendirinya.

Pengalaman bersepeda di Malang ini memberikan kesan yang mendalam. Selain menikmati keindahan alam dan arsitektur bangunan, saya juga berkesempatan mencicipi kuliner khas dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca untuk menjelajahi kota-kota di Indonesia dengan cara yang berbeda.

Begitulah malang kayuhan sepeda masjid tiban bumi bedengan memikat yang telah saya ulas secara komprehensif dalam travel, indonesia, trens, dunia Terima kasih atas perhatian Anda selama membaca selalu berpikir positif dan jaga kondisi tubuh. Sebarkan pesan ini agar lebih banyak yang terinspirasi. jangan lupa cek artikel lainnya di bawah ini.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.