• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Nasi Goreng Berkah: Omzet Jutaan, Antar Anak ke Harvard!

img

Newsmenit.com Mudah-mudahan selalu ada harapan di setiap hati. Dalam Tulisan Ini aku ingin berbagi insight tentang Food, News, Indonesia yang menarik. Artikel Terkait Food, News, Indonesia Nasi Goreng Berkah Omzet Jutaan Antar Anak ke Harvard Jangan berhenti teruskan membaca hingga tuntas.

Kisah inspiratif datang dari para penjual nasi goreng kaki lima yang sukses mengubah hidup mereka. Penghasilan jutaan rupiah per hari bukan lagi impian, bahkan mampu mengantarkan anak-anak mereka meraih pendidikan tinggi di universitas bergengsi seperti Harvard.

Salah satu contohnya adalah Ibnu, pemilik usaha Nasi Goreng Hotel. Terinspirasi dari sajian nasi goreng hotel berbintang, ia menawarkan variasi topping menarik seperti telur ceplok, pangsit, nugget, sosis, hingga ayam katsu dengan harga terjangkau, mulai dari Rp 10 ribu. Saat berjualan di Car Free Day (CFD), dagangannya ludes hanya dalam waktu 1,5 jam.

Kisah sukses lainnya datang dari Pakde Bejo, yang telah berjualan nasi goreng sejak tahun 1991. Berlokasi di dekat kantor PMI Bekasi dan Alun-alun Kota Bekasi, ia membuktikan bahwa dengan tekad, semangat, dan konsistensi, bisnis kuliner kaki lima dapat memberikan penghasilan yang menjanjikan.

Namun, kesuksesan penjual nasi goreng tidak hanya diukur dari omzet dan popularitas. Lebih dari itu, bisnis ini mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga. Muhamad Yani, anak seorang penjual nasi goreng di Pandeglang, adalah bukti nyata. Berkat dukungan orang tuanya yang berjualan nasi goreng sejak ia lahir, Yani berhasil menembus program S2 di Harvard University, Arizona, Amerika Serikat. Ia diterima di program Edukasi di Human Development and Education (School Counseling) di Harvard Graduate School of Education.

Kisah Yani menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa dengan kerja keras dan dukungan keluarga, mimpi setinggi apapun dapat diraih. Ini membuktikan bahwa profesi sebagai penjual nasi goreng bukan hanya sekadar pekerjaan, tetapi juga jalan untuk meraih kesuksesan dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.

Kesimpulan: Jualan nasi goreng kaki lima bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, bahkan bisa mengantarkan anak ke universitas ternama. Kuncinya adalah tekad, semangat, konsistensi, dan inovasi dalam menyajikan menu yang menarik.

Begitulah uraian mendalam mengenai nasi goreng berkah omzet jutaan antar anak ke harvard dalam food, news, indonesia yang saya bagikan Terima kasih telah mempercayakan kami sebagai sumber informasi tetap fokus pada impian dan jaga kesehatan jantung. silakan share ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.