Pekerjaan Terancam Lenyap: Saatnya Banting Setir, Raih Peluang!
Newsmenit.com Hai semoga hatimu selalu tenang. Di Jam Ini saya ingin berbagi tentang Technology, News, Indonesia, Dunia yang bermanfaat. Ulasan Mendetail Mengenai Technology, News, Indonesia, Dunia Pekerjaan Terancam Lenyap Saatnya Banting Setir Raih Peluang Jangan sampai terlewat simak terus sampai selesai.
Table of Contents
Gelombang disrupsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), semakin terasa dampaknya bagi industri media. Bahkan, perusahaan sekelas The Atlantic dan The Washington Post mengakui perlunya perubahan model bisnis untuk menghadapi tantangan ini.
Menurut laporan Wall Street Journal (24 Juni 2025), fitur AI Overviews pada Google Search menjadi penyebab utama penurunan trafik signifikan ke portal berita. Konten-konten seperti panduan liburan, tips kesehatan, dan ulasan produk yang sebelumnya menjadi andalan, kini diringkas oleh AI, membuat pengguna tidak perlu lagi mengunjungi situs aslinya.
Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian ekonomi dan perkembangan pesat teknologi otomatisasi berbasis AI, yang berpotensi meningkatkan angka pengangguran. Forum Ekonomi Dunia (WEF) memperkirakan bahwa antara tahun 2023 dan 2027, sekitar 83 juta lapangan kerja berisiko hilang.
Google mengklaim bahwa fitur Overviews justru meningkatkan trafik pencarian secara keseluruhan. Namun, bagi banyak penerbit berita, dampaknya justru sebaliknya. Fungsi media sebagai sumber informasi utama tereduksi oleh kemampuan AI dalam merangkum dan menyajikan berita secara instan.
Menghadapi situasi ini, beberapa penerbit mengambil langkah strategis dengan menjalin kesepakatan berbagi konten dengan perusahaan AI. Kolaborasi ini bertujuan untuk melisensikan konten editorial mereka, yang kemudian digunakan untuk melatih platform AI. Startup AI seperti Perplexity bahkan berencana membagi pendapatan iklan dengan penerbit ketika chatbot mereka menampilkan konten dari sumber berita tersebut.
Selain AI Overviews, layanan chatbot AI seperti ChatGPT, Copilot, dan Gemini AI juga memberikan dampak signifikan pada pekerjaan jurnalistik. Kemampuan mereka dalam menghasilkan teks dan merangkum informasi semakin canggih, yang berpotensi menggantikan beberapa tugas yang sebelumnya dilakukan oleh jurnalis.
Data dari Similarweb menunjukkan penurunan trafik yang signifikan ke situs berita. Pada bulan April, trafik hanya mencapai 36,5%, turun drastis dari 44% tiga tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan bahwa industri media perlu beradaptasi dengan cepat untuk mempertahankan relevansinya di era AI.
Diperkirakan sekitar 32% pekerjaan di industri media akan hilang atau memunculkan profesi baru. Selain itu, bidang-bidang lain seperti pemerintahan, komunikasi digital dan teknologi informasi, real estat, layanan keuangan, serta transportasi dan rantai pasok juga akan mengalami pergeseran drastis.
Sekian pembahasan mendalam mengenai pekerjaan terancam lenyap saatnya banting setir raih peluang yang saya sajikan melalui technology, news, indonesia, dunia Jangan ragu untuk mencari tahu lebih lanjut tentang topik ini tetap semangat belajar dan jaga kebugaran fisik. Jika kamu mau jangan lupa cek artikel lain di bawah ini.
✦ Tanya AI