• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Perang Tarif Impor: Petani AS Merana, Pasar Kedelai Hilang!

img

Newsmenit.com Assalamualaikum semoga hari ini menyenangkan. Pada Edisi Ini aku ingin membagikan pengetahuan seputar Economy, News, Indonesia, Dunia. Artikel Terkait Economy, News, Indonesia, Dunia Perang Tarif Impor Petani AS Merana Pasar Kedelai Hilang Baca artikel ini sampai habis untuk pemahaman yang optimal.

    Table of Contents

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China, yang dipicu oleh kebijakan tarif timbal balik dari mantan Presiden AS Donald Trump, berpotensi menimbulkan dampak signifikan terhadap sektor pertanian AS. China, sebagai pengimpor kedelai terbesar dari AS, menjadi kunci dalam dinamika perdagangan ini.

Sebagai gambaran, AS telah memberlakukan tarif timbal balik sebesar 145% untuk semua produk dari China. Sebagai respons, China menerapkan tarif 125% untuk produk-produk yang masuk ke negaranya. Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan berpotensi merugikan petani AS.

Pengalaman pahit pada tahun 2018, ketika kedua negara pertama kali terlibat dalam perang dagang, memberikan pelajaran berharga. Sektor pertanian AS mengalami kerugian potensi ekspor yang mencapai US$ 27 miliar. Kerugian ini setara dengan sekitar Rp 453,22 triliun (dengan kurs Rp 16.786/dolar AS). Angka ini menunjukkan betapa rentannya sektor pertanian terhadap gejolak perdagangan internasional.

Menurut laporan CNN yang dikutip pada Senin, 14 April 2025, sektor pertanian AS kehilangan sekitar US$ 27 miliar selama perang dagang 2018. Lebih lanjut, 71% dari kerugian tersebut terkait dengan ekspor kedelai. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kedelai dalam hubungan perdagangan antara kedua negara.

Implikasi dari perang dagang ini sangat luas, tidak hanya bagi petani AS tetapi juga bagi konsumen di seluruh dunia. Kenaikan harga, gangguan rantai pasokan, dan ketidakpastian pasar adalah beberapa konsekuensi yang mungkin timbul. Diperlukan solusi yang konstruktif dan berkelanjutan untuk meredakan ketegangan perdagangan dan memastikan stabilitas ekonomi global.

Terima kasih telah membaca seluruh konten tentang perang tarif impor petani as merana pasar kedelai hilang dalam economy, news, indonesia, dunia ini Jangan segan untuk mengeksplorasi topik ini lebih dalam cari peluang pengembangan diri dan jaga kesehatan kulit. Jika kamu peduli semoga artikel berikutnya bermanfaat. Terima kasih.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.