• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Prabowo: Daerah Butuh Lebih Banyak Gerbang Udara Internasional.

img

Newsmenit.com Hai semoga selalu dalam keadaan sehat. Pada Postingan Ini saya akan mengupas informasi menarik tentang Travel, Indonesia, Trens, Dunia. Ringkasan Informasi Seputar Travel, Indonesia, Trens, Dunia Prabowo Daerah Butuh Lebih Banyak Gerbang Udara Internasional Tetap ikuti artikel ini sampai bagian terakhir.

    Table of Contents

Kabar baik datang dari dunia penerbangan Indonesia! Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengumumkan pengembalian status internasional kepada tiga bandara strategis. Keputusan ini didasari oleh lonjakan signifikan dalam lalu lintas udara pasca-pandemi, serta visi untuk memacu pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, dan kegiatan keagamaan di berbagai daerah.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan melalui media sosial pada Minggu, 3 Agustus 2025, bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembukaan sebanyak mungkin bandara internasional di berbagai wilayah. Arahan ini bertujuan untuk mempercepat perputaran ekonomi dan meningkatkan daya tarik wisata di daerah-daerah.

Keputusan ini merupakan angin segar setelah sebelumnya, pada 29 April 2024, Kementerian Perhubungan mencabut status internasional dari 18 bandara. Kebijakan tersebut, yang tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 31 Tahun 2024, dilakukan pada akhir masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Adapun ketiga bandara yang kembali menyandang status internasional adalah Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Bandara H.A.S. Hanandjoeddin (Bangka Belitung), dan Bandara Jenderal Ahmad Yani (Semarang). Keputusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi konektivitas dan perekonomian daerah.

Sebelumnya, 18 bandara yang dicabut status internasionalnya meliputi Bandara Maimun Saleh (Sabang, Aceh), Bandara Sisingamangaraja XII (Silangit), Bandara Radin Inten II (Lampung), dan Bandara H.A.S Hanandjoeddin (Tanjung Pandan), serta beberapa bandara lainnya seperti Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Adisutjipto (Yogyakarta), Bandara Adi Soemarmo (Solo), Bandara Banyuwangi (BWX), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Juwata (Tarakan), Bandara El Tari (Kupang), Bandara Pattimura (Ambon), Bandara Frans Kaisiepo (Biak), Bandara Mopah (Merauke), dan Bandara Syamsuddin Noor (Banjarmasin).

Presiden Prabowo menyampaikan permintaan ini saat rapat terbatas virtual dari kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 1 Agustus 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur dan konektivitas udara di seluruh Indonesia.

Sekian penjelasan detail tentang prabowo daerah butuh lebih banyak gerbang udara internasional yang saya tuangkan dalam travel, indonesia, trens, dunia Semoga informasi ini dapat Anda bagikan kepada orang lain tetap semangat belajar dan jaga kebugaran fisik. Bantu sebarkan dengan membagikan postingan ini. Terima kasih telah membaca

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.