• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Rinjani Terjaga: DPRD NTB Tolak Glamping dan Seaplane.

img

Newsmenit.com Semoga kalian selalu dikelilingi kebahagiaan ya. Hari Ini aku ingin mengupas sisi unik dari Travel, Indonesia, Trens, Dunia. Artikel Mengenai Travel, Indonesia, Trens, Dunia Rinjani Terjaga DPRD NTB Tolak Glamping dan Seaplane Ikuti terus ulasannya hingga paragraf terakhir.

Polemik pembangunan glamping mewah dan pengoperasian seaplane di kawasan Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus bergulir. Rencana yang diajukan oleh PT Solusi Pariwisata Inovatif (SPI) pada Juli 2025 ini menuai penolakan dari berbagai pihak.

Pengajuan izin usaha ini sebenarnya telah tercatat secara administratif di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak tahun 2020. Rencananya, seaplane akan beroperasi tiga kali sehari, menargetkan wisatawan eksklusif yang ingin menikmati keindahan kawasan konservasi tersebut.

Namun, rencana ini ditentang keras oleh Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Penolakan ini disampaikannya di hadapan ratusan mahasiswa yang berdemonstrasi di gedung DPRD NTB pada hari Rabu, 27 Agustus 2025. Ia mengklaim bahwa penolakan terhadap pembangunan seaplane dan glamping ini telah disuarakannya sejak lama.

Pembangunan yang direncanakan meliputi 15 hingga 20 unit glamping mewah dan layanan pesawat amfibi menuju Danau Segara Anak. Kekhawatiran muncul bahwa proyek ini akan berdampak negatif pada usaha wisata lokal, termasuk pendakian gunung, porter, dan penginapan di sekitar Gunung Rinjani.

Masyarakat adat, warga lokal, pelaku wisata, dan mahasiswa bersatu menolak rencana tersebut. Mereka berpendapat bahwa pengoperasian seaplane dan pembangunan glamping hanya akan memperparah kerusakan lingkungan di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

TNGR seharusnya berfungsi sebagai area konservasi, tempat pelestarian dan penelitian, bukan dieksploitasi untuk kepentingan bisnis. Terdapat zona inti di kawasan taman nasional yang seharusnya tidak boleh dimanfaatkan untuk aktivitas apapun.

Meskipun demikian, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman, menyatakan bahwa rencana pengoperasian seaplane dan glamping oleh PT SPI memungkinkan dilakukan karena ada area yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi bisnis.

Begitulah rinjani terjaga dprd ntb tolak glamping dan seaplane yang telah saya jelaskan secara lengkap dalam travel, indonesia, trens, dunia, Jangan ragu untuk mencari tahu lebih lanjut tentang topik ini kembangkan hobi positif dan rawat kesehatan mental. silakan share ke temanmu. Sampai bertemu lagi

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.