• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Tangis Gaza Terhenti: Lapar Memilukan Renggut Masa Depan.

img

Newsmenit.com Semoga kalian selalu dikelilingi kebahagiaan ya. Hari Ini aku mau berbagi cerita seputar News, Indonesia yang inspiratif. Insight Tentang News, Indonesia Tangis Gaza Terhenti Lapar Memilukan Renggut Masa Depan Baca tuntas artikel ini untuk wawasan mendalam.

    Table of Contents

Pada hari Jumat lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengumumkan terjadinya bencana kelaparan di Gaza. Pemicunya, menurut PBB, adalah tindakan Israel yang secara sistematis menghalangi masuknya bantuan selama lebih dari 22 bulan konflik.

Menurut laporan AFP, Kamis (28 Agustus 2025), kepala badan amal internasional Save the Children, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB membahas konflik Israel-Palestina, menjelaskan dampak mengerikan kelaparan ini. Anak-anak meninggal dunia setelah tubuh mereka menghabiskan cadangan lemak untuk bertahan hidup. Ketika lemak habis, tubuh mulai memakan otot dan organ vital.

Inger Ashing, kepala Save the Children, menekankan bahwa kelompok-kelompok bantuan telah berulang kali memperingatkan akan datangnya kelaparan, karena Israel menghalangi masuknya makanan dan kebutuhan pokok ke Gaza. Ketika makanan tidak mencukupi, anak-anak mengalami kekurangan gizi parah, dan kemudian mereka meninggal secara perlahan dan menyakitkan. Mereka terbaring kurus kering, benar-benar merana, ujarnya.

Ashing menegaskan bahwa deklarasi kelaparan oleh PBB di Gaza bukanlah sekadar istilah teknis. Setiap orang di ruangan ini memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk bertindak menghentikan kekejaman ini, tegasnya.

Sebuah lembaga pemantau kelaparan yang didukung PBB, Integrated Food Security Phase Classification Initiative (IPC), melaporkan bahwa kelaparan telah berdampak pada 500.000 orang di Jalur Gaza, termasuk di Kota Gaza. IPC memprediksi bahwa kelaparan akan meluas hingga mencakup sekitar dua pertiga wilayah Gaza pada akhir September.

Setelah pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu, 14 anggota, kecuali Amerika Serikat, sekutu utama Israel, mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kekhawatiran dan kesedihan mendalam atas deklarasi kelaparan tersebut. Mereka juga menyatakan kepercayaan pada pekerjaan dan metodologi IPC.

Penggunaan kelaparan sebagai senjata perang jelas dilarang berdasarkan hukum kemanusiaan internasional. Kelaparan di Gaza harus segera dihentikan, demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Demikian tangis gaza terhenti lapar memilukan renggut masa depan sudah saya bahas secara mendalam dalam news, indonesia Terima kasih atas perhatian dan waktu yang telah Anda berikan, selalu berpikir solusi dan rawat kesehatan mental. Mari sebar informasi ini agar bermanfaat. Sampai bertemu lagi

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.