Thailand Perketat Ganja, Pengusaha Ritel Siap-Siap Gulung Tikar?
Newsmenit.com Assalamualaikum semoga hidupmu penuh canda tawa. Pada Waktu Ini aku mau berbagi pengalaman seputar Travel, Indonesia, Trens, Dunia yang bermanfaat. Konten Informatif Tentang Travel, Indonesia, Trens, Dunia Thailand Perketat Ganja Pengusaha Ritel SiapSiap Gulung Tikar lanjut sampai selesai.
Table of Contents
Pada tanggal 28 Juni 2025, The Independent melaporkan bahwa Thailand bersiap untuk mengkriminalisasi kembali ganja, sebuah langkah yang berpotensi menghancurkan industri yang bernilai lebih dari 16,1 triliun Rupiah. Keputusan ini muncul setelah Partai Bhumjaithai, yang sebelumnya menjadi pendukung utama legalisasi ganja, menarik diri dari pemerintahan.
Perubahan kebijakan ini dipicu oleh pergeseran politik dalam koalisi pemerintahan dan meningkatnya kritik terhadap Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra terkait sengketa perbatasan dengan Kamboja. Pengawasan ketat akan kembali diberlakukan, terutama untuk penggunaan ganja rekreasi.
Keputusan ini mengejutkan banyak pelaku industri ganja. Punnathat Phutthisawong, seorang karyawan di apotek Green House Thailand di Bangkok, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kebijakan ini akan mengurangi sumber penghasilannya dan rekan kerjanya.
Tiga tahun lalu, Thailand menjadi salah satu negara pertama di Asia yang mendekriminalisasi ganja, termasuk untuk penggunaan rekreasi. Kamar Dagang Thailand sebelumnya memperkirakan bahwa industri ganja, termasuk produk berbasis medis, berpotensi mencapai nilai 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Namun, ketidakpastian kebijakan dan tarik ulur politik telah menghambat kemajuan industri ini. Kementerian Kesehatan Thailand telah mengeluarkan peraturan baru yang melarang penjualan ganja untuk rekreasi. Juru bicara Pemerintah Thailand, Jirayu Houngsub, menyatakan bahwa kebijakan ini harus kembali pada tujuan awalnya, yaitu pengendalian ganja untuk keperluan medis saja.
Aktivis ganja Chokwan Chopaka berpendapat bahwa sektor ini memiliki potensi besar untuk mengubah wajah pertanian, layanan kesehatan, dan pariwisata Thailand. Sejak ganja dikeluarkan dari daftar narkotika pada tahun 2022, bisnis terkait ganja telah berkembang pesat di seluruh negeri.
Sesuai aturan baru, pembelian ganja hanya diperbolehkan dengan resep dokter. Namun, kurangnya regulasi yang jelas sebelumnya telah menyebabkan munculnya puluhan ribu toko ganja, terutama di kawasan wisata seperti Bangkok dan Chiang Mai.
Daniel Wolf, seorang turis asal Australia, menyatakan kebingungannya atas perubahan kebijakan ini. Bagaimana mungkin mereka bisa membalikkan keadaan ini? Menurut saya, itu tidak mungkin. Ini benar-benar gila, ujarnya.
Banyak pemilik toko ganja yang telah berinvestasi besar-besaran merasa terkejut dan khawatir dengan dampak kebijakan baru ini terhadap bisnis mereka.
Selesai sudah pembahasan thailand perketat ganja pengusaha ritel siapsiap gulung tikar yang saya tuangkan dalam travel, indonesia, trens, dunia Silakan cari tahu lebih banyak tentang hal ini selalu berinovasi dan jaga keseimbangan hidup. Ayo sebar kebaikan dengan membagikan ini kepada orang lain. semoga artikel lainnya juga menarik. Terima kasih.
✦ Tanya AI