• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Trump dan Ancaman Resesi AS: Analisis JPMorgan Cs.

img

Newsmenit.com Hai semoga kamu selalu dikelilingi orang-orang baik. Pada Artikel Ini saya akan mengulas fakta-fakta seputar Business, News, Indonesia, Dunia. Ulasan Mendetail Mengenai Business, News, Indonesia, Dunia Trump dan Ancaman Resesi AS Analisis JPMorgan Cs Jangan berhenti di tengah lanjutkan membaca sampai habis.

Pada tanggal 15 November 2024, JPMorgan Chase menyampaikan kekhawatiran tentang potensi dampak negatif dari pembatasan perdagangan dan imigrasi terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Mereka menyoroti bahwa kebijakan ini dapat memicu masalah pada sisi penawaran dalam jangka panjang.

Survei terbaru menunjukkan bahwa para ahli ekonomi memprediksi probabilitas resesi mencapai 65%, angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 40% sebelum resesi sebelumnya. Hal ini mengindikasikan adanya keyakinan yang kuat tentang penurunan kondisi ekonomi.

Goldman Sachs, sebelum pengumuman tarif pada 2 April, telah meningkatkan perkiraan kemungkinan resesi di AS menjadi 35%, naik dari 20%. Mereka menekankan bahwa fundamental ekonomi saat ini tidak sekuat beberapa tahun sebelumnya.

Analis dari HSBC mencatat bahwa pasar saham telah memperhitungkan sekitar 40% kemungkinan resesi pada akhir tahun. Indikator probabilitas resesi berbasis pasar saham kami menunjukkan bahwa pasar ekuitas telah memperhitungkan sekitar 40% kemungkinan resesi terjadi pada akhir tahun, kata mereka.

HSBC juga menambahkan bahwa kebijakan AS yang bersifat disruptif dianggap sebagai risiko terbesar bagi prospek ekonomi global. Kebijakan perdagangan AS dinilai kurang ramah terhadap dunia usaha dibandingkan perkiraan sebelumnya. Sepanjang tahun ini, kebijakan Amerika Serikat yang bersifat disruptif telah diakui sebagai risiko terbesar bagi prospek ekonomi global, tulis mereka.

Nouriel Roubini, yang terkenal karena prediksinya tentang krisis keuangan 2008, menggambarkan situasi saat ini sebagai badai sempurna dari berbagai faktor risiko yang saling terkait. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak ekonomi di masa depan.

Berikut adalah tabel perbandingan perkiraan resesi dari beberapa lembaga keuangan:

Lembaga KeuanganProbabilitas Resesi
JPMorgan Chase65% (Estimasi Median)
Goldman Sachs (Sebelum 2 April)35%
HSBC (Implikasi Pasar Saham)40%

Terima kasih telah menyimak pembahasan trump dan ancaman resesi as analisis jpmorgan cs dalam business, news, indonesia, dunia ini hingga akhir Semoga tulisan ini membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari tetap bersemangat dan perhatikan kesehatanmu. Mari kita sebar kebaikan dengan membagikan postingan ini., lihat artikel lain di bawah ini.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.