WhatsApp Diblokir di AS: Saatnya Warga Mencari Aplikasi Baru!
Newsmenit.com Selamat membaca semoga bermanfaat. Dalam Waktu Ini saya akan mengupas informasi menarik tentang Technology, News, Indonesia, Dunia. Ulasan Mendetail Mengenai Technology, News, Indonesia, Dunia WhatsApp Diblokir di AS Saatnya Warga Mencari Aplikasi Baru Baca artikel ini sampai habis untuk pemahaman yang optimal.
- 1.1. Kesimpulan:
Table of Contents
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan WhatsApp di lingkungan kerjanya. Keputusan ini, yang diumumkan pada Senin, 23 Juni 2025, didasarkan pada kekhawatiran mendalam terkait keamanan data dan privasi pengguna.
Menurut memo internal yang beredar, Kantor Keamanan Siber DPR AS menilai WhatsApp memiliki risiko tinggi karena kurangnya transparansi dalam perlindungan data, ketiadaan enkripsi data saat penyimpanan, serta potensi celah keamanan lainnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan sebelumnya yang melarang aplikasi seperti TikTok sejak 2022 karena alasan serupa.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap larangan ini. Namun, DPR AS tetap pada pendiriannya, merekomendasikan agar para pegawai dan anggotanya beralih ke aplikasi pesan singkat lain yang dianggap lebih aman.
Larangan ini bersifat terbatas, hanya berlaku bagi pegawai dan anggota DPR AS di lingkungan kerja. Masyarakat umum di seluruh Amerika Serikat masih bebas menggunakan WhatsApp. Keputusan ini mencerminkan fokus DPR AS pada perlindungan informasi sensitif dan keamanan siber di tengah meningkatnya ancaman digital.
Pada Januari 2025, WhatsApp juga sempat mengklaim bahwa perusahaan mata-mata Israel, Paragon Solutions, menargetkan sejumlah penggunanya, termasuk jurnalis dan aktivis sipil. Insiden ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang keamanan platform tersebut.
Juru bicara WhatsApp membantah tudingan tersebut, mengklaim bahwa platform mereka menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan aplikasi lain yang diizinkan di lingkungan DPR AS. Namun, argumen ini tampaknya tidak cukup meyakinkan para pengambil keputusan di DPR AS.
Tabel Perbandingan Keamanan Aplikasi Pesan Singkat (Contoh):
| Aplikasi | Enkripsi Ujung-ke-Ujung | Transparansi Data | Penyimpanan Terenkripsi |
|---|---|---|---|
| Ya | Kurang | Tidak | |
| Signal | Ya | Tinggi | Ya |
Kesimpulan: Larangan WhatsApp di lingkungan DPR AS menunjukkan betapa seriusnya pemerintah AS dalam menangani isu keamanan siber dan perlindungan data. Langkah ini diharapkan dapat mendorong platform pesan singkat untuk meningkatkan transparansi dan memperkuat sistem keamanan mereka.
Terima kasih telah mengikuti pembahasan whatsapp diblokir di as saatnya warga mencari aplikasi baru dalam technology, news, indonesia, dunia ini sampai akhir Silakan eksplorasi topik ini lebih jauh lagi tetap optimis menghadapi rintangan dan jaga kesehatan lingkungan. Mari kita sebar kebaikan dengan berbagi ini. lihat artikel menarik lainnya di bawah ini.
✦ Tanya AI