• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Ketidakadilan Ekonomi: Desa Merana, Kemiskinan Menganga Lebar.

img

Newsmenit.com Mudah-mudahan selalu ada senyuman di wajahmu. Pada Waktu Ini saya mau menjelaskan manfaat dari Economy, News, Indonesia, Dunia yang banyak dicari. Artikel Yang Mengulas Economy, News, Indonesia, Dunia Ketidakadilan Ekonomi Desa Merana Kemiskinan Menganga Lebar Dapatkan gambaran lengkap dengan membaca sampai habis.

    Table of Contents

Pada tanggal 12 Juni 2025, pemerintah menegaskan komitmennya dalam mewujudkan keadilan ekonomi melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan yang selama ini dirasakan masyarakat desa.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah bersejarah untuk memperbaiki praktik ekonomi yang tidak adil yang menyebabkan kemiskinan di desa-desa seluruh Indonesia. Beliau menyoroti bahwa kondisi ini bertentangan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang mengedepankan keadilan sosial.

Hingga saat ini, telah terbentuk 79.740 Kopdes Merah Putih dari target 80.000. Meskipun demikian, Budi Arie mengakui masih ada tiga provinsi yang belum mencapai target 100%, yaitu Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat.

Salah satu contoh ketidakadilan yang disoroti adalah distribusi pupuk. Harga pupuk bersubsidi dari pabrik adalah Rp 2.300 per kilogram. Dengan biaya angkut sekitar Rp 300-400, seharusnya harga sampai di petani berkisar Rp 2.600-2.700. Namun, kenyataannya, harga di pasaran mencapai Rp 4.800-5.000 per kilogram.

Budi Arie menepis anggapan bahwa pembentukan Kopdes Merah Putih dilakukan terburu-buru. Ia menegaskan bahwa pemerintah bekerja cepat untuk kepentingan rakyat dan program ini dikawal dengan baik. Menurutnya, belum ada negara lain yang mampu membentuk 80 ribu koperasi dalam waktu yang relatif singkat.

Kita cepat, bukan grasa-grusu. Masa pemerintah kerja cepat buat rakyat nggak boleh. Nggak grasa-grusu karena semuanya dikawal, tegasnya.

Pemerintah optimis bahwa Kopdes Merah Putih dapat menjadi instrumen penting dalam menciptakan ekonomi yang lebih adil dan makmur bagi masyarakat desa, serta memajukan negara secara keseluruhan.

Begitulah ketidakadilan ekonomi desa merana kemiskinan menganga lebar yang telah saya bahas secara lengkap dalam economy, news, indonesia, dunia Saya berharap Anda mendapatkan insight baru dari tulisan ini tetap optimis menghadapi rintangan dan jaga kesehatan lingkungan. Mari bagikan kebaikan ini kepada orang lain. jangan lupa cek artikel lain di bawah ini.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.