• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

RI Merayu AS: Tarif Sawit Mineral, Jangan Sampai!

img

Newsmenit.com Selamat datang di tempat penuh inspirasi ini. Pada Postingan Ini saya ingin berbagi tips dan trik mengenai Economy, News, Indonesia, Dunia. Artikel Ini Menyajikan Economy, News, Indonesia, Dunia RI Merayu AS Tarif Sawit Mineral Jangan Sampai Ayok lanjutkan membaca untuk informasi menyeluruh.

Jakarta, [Tanggal Hari Ini] - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan perkembangan terbaru mengenai negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS). Perundingan ini terus berjalan, dengan fokus pada pemangkasan tarif untuk komoditas tertentu yang dijanjikan oleh AS kepada Indonesia.

Airlangga menjelaskan bahwa tarif impor untuk komoditas yang dimaksud berpotensi lebih rendah dari 19%. Komoditas ini mencakup produk pangan dan sumber daya alam yang tidak diproduksi di AS.

“Tarif AS sudah berlaku, namun ada beberapa pengecualian yang masih dalam proses negosiasi,” ujar Airlangga kepada wartawan di Jakarta, [Tanggal Hari Ini]. Ia menambahkan bahwa tidak ada target waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan negosiasi ini, mengingat ini adalah kesepakatan antara dua pihak.

Sebelumnya, Airlangga sempat menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sedang bernegosiasi untuk beberapa komoditas, termasuk kelapa sawit, kopi, kakao, mineral, produk agro, dan komponen industri di zona perdagangan bebas (FTZ). Indonesia telah menerima pengecualian tarif untuk beberapa komoditas tertentu.

Dalam konferensi pers sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan tarif yang lebih rendah dari 19% untuk komoditas sumber daya alam yang tidak diproduksi oleh AS, seperti kelapa sawit, kopi, kakao, produk agro, mineral, komponen pesawat terbang, dan komponen produk industri di kawasan industri tertentu (free trade zone).

“Pembahasan sedang berlangsung, dan tarif tersebut berpotensi lebih rendah dari 19%, bahkan mendekati 0%,” pungkas Airlangga.

Berikut adalah ringkasan komoditas yang dinegosiasikan:

Komoditas Status
Kelapa Sawit Negosiasi Berlanjut
Kopi Negosiasi Berlanjut
Kakao Negosiasi Berlanjut
Mineral Negosiasi Berlanjut
Produk Agro Negosiasi Berlanjut
Komponen Pesawat Terbang Negosiasi Berlanjut
Komponen Industri (FTZ) Negosiasi Berlanjut

Demikian informasi tuntas tentang ri merayu as tarif sawit mineral jangan sampai dalam economy, news, indonesia, dunia yang saya sampaikan Silakan cari tahu lebih banyak tentang hal ini pertahankan motivasi dan pola hidup sehat. Sebarkan pesan ini agar lebih banyak yang terinspirasi. Sampai bertemu di artikel menarik lainnya. Terima kasih banyak.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.