Inflasi dan Data AS Bayangi Sentimen Pasar Indonesia.
Newsmenit.com Selamat beraktivitas semoga hasilnya memuaskan. Detik Ini saya akan mengulas berbagai hal menarik tentang Business, News, Indonesia, Dunia. Artikel Dengan Fokus Pada Business, News, Indonesia, Dunia Inflasi dan Data AS Bayangi Sentimen Pasar Indonesia Tetap fokus dan ikuti pembahasan sampe selesai.
Table of Contents
Pasar keuangan global diperkirakan akan mengalami pergerakan yang cukup signifikan pada pekan mendatang. Beberapa faktor utama yang akan memengaruhi dinamika pasar termasuk rilis data ekonomi penting dari berbagai negara, serta sentimen investor terhadap prospek pertumbuhan global.
Di Indonesia, pasar akan menantikan pengumuman data inflasi April 2025 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 2 Mei. Inflasi menjadi fokus utama, terutama setelah adanya tekanan harga pangan dalam beberapa bulan terakhir. Selain itu, publikasi data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk triwulan I-2025 pada tanggal 5 Mei juga akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar.
Selain itu, pasar juga akan merespons libur Hari Buruh Internasional (1 Mei) dan Hari Penampahan Kuningan (2 Mei) yang berpotensi menyebabkan volatilitas rendah di awal pekan.
Dari Tiongkok, pelaku pasar akan memantau rilis data NBS Manufacturing PMI dan Caixin Manufacturing PMI untuk bulan April pada tanggal 30 April. Data ini akan memberikan gambaran mengenai kondisi sektor manufaktur Tiongkok setelah adanya stimulus fiskal dan moneter. Penguatan PMI berpotensi meningkatkan sentimen pasar Asia, sementara pelemahan dapat memicu kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan global.
Sementara itu, pasar Amerika Serikat akan dipenuhi dengan rilis data ekonomi penting, termasuk laporan JOLTs Job Openings dan Consumer Confidence pada 29 April, serta data Initial Jobless Claims dan ISM Manufacturing PMI pada 1 Mei. Puncak volatilitas diperkirakan terjadi pada rilis data GDP, PCE, dan laporan ketenagakerjaan. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 0,5% secara kuartalan, melambat dari kuartal sebelumnya, yang mengindikasikan efek pengetatan moneter yang mulai terasa.
Investor juga akan mencermati data PCE tahunan yang diperkirakan naik menjadi 2,5% dari sebelumnya 2,2%. Kenaikan ini dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Secara keseluruhan, investor akan memantau arah inflasi domestik, perkembangan pasar tenaga kerja AS, dan kondisi pemulihan ekonomi global.
Survei prospek kredit dan likuiditas perbankan juga akan menjadi perhatian, memberikan gambaran tentang kondisi sektor perbankan ke depan. Optimisme perlu dijaga, mengingat sektor konsumsi berpotensi tertekan di tengah tren suku bunga tinggi.
Itulah informasi seputar inflasi dan data as bayangi sentimen pasar indonesia yang dapat saya bagikan dalam business, news, indonesia, dunia Semoga tulisan ini membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari tetap optimis menghadapi rintangan dan jaga kesehatan lingkungan. Jika kamu suka cek artikel menarik lainnya di bawah ini. Terima kasih.
✦ Tanya AI