• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

NTB Jadi Tumpuan: RI Atasi Krisis Garam Nasional?

img

Newsmenit.com Hai selamat membaca informasi terbaru. Pada Detik Ini saya ingin membahas berbagai perspektif tentang Economy, News, Indonesia, Dunia. Artikel Yang Fokus Pada Economy, News, Indonesia, Dunia NTB Jadi Tumpuan RI Atasi Krisis Garam Nasional Baca tuntas untuk mendapatkan gambaran sepenuhnya.

    Table of Contents

Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Sumbawa, dilirik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai kandidat utama sentra garam nasional. Potensi lahan yang luas, kualitas produksi yang tinggi, serta dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah menjadi alasan kuat pemilihan ini. Demikian disampaikan Koswara, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, pada Minggu, 4 Mei 2025.

KKP tengah menyusun dua strategi utama untuk mempercepat program Swasembada Garam Industri. Langkah ini sejalan dengan komitmen Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, yang menyatakan kesiapan daerahnya menjadi model nasional swasembada garam.

“Kami siap secara lahan dan kelembagaan, demi kesejahteraan petani garam,” tegas Jarot.

Strategi pertama adalah intensifikasi produksi garam rakyat. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas garam hingga memenuhi standar industri, dengan kandungan NaCl minimal 97%. Strategi kedua adalah pembangunan sentra industri garam terintegrasi dari hulu ke hilir di lokasi-lokasi strategis.

Sebelumnya, KKP juga telah membidik Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai model pergaraman. Koswara menjelaskan bahwa iklim panas dan stabil di NTT sangat ideal untuk produksi garam, mirip dengan kawasan Dampier di Australia Barat. Potensi produktivitas tambak garam di NTT ditargetkan mencapai 200 ton per hektare.

Bersama tim teknis KKP dan perwakilan PT Garam, Koswara telah meninjau beberapa lokasi potensial di Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Kupang. Di Sabu Raijua, lokasi yang dikunjungi meliputi Desa Menia, Desa Bodae, dan Desa Deme. Sementara di Kabupaten Kupang, peninjauan difokuskan di Desa Bipoli dan Oetata, serta Desa Donggobolo di Kabupaten Bima.

Peninjauan lokasi juga dilakukan di NTB, meliputi Desa Labuhan Bontong, Desa Sepayung, dan Desa Plampang di Kabupaten Sumbawa. Target pembangunan sentra garam nasional adalah minimal 1.000 hektar untuk memenuhi kebutuhan garam industri.

Percepatan program garam nasional didukung oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang secara bertahap melarang impor garam untuk sektor industri tertentu. Saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 600 ribu ton garam untuk industri aneka pangan dan 2,3 juta ton garam untuk industri kimia (Chlor Alkali Plant) per tahun.

“KKP akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk konsolidasi lahan,” jelas Koswara dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 24 April 2025.

Terima kasih telah membaca seluruh konten tentang ntb jadi tumpuan ri atasi krisis garam nasional dalam economy, news, indonesia, dunia ini Semoga tulisan ini membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari cari peluang baru dan jaga stamina tubuh. Mari kita sebar kebaikan dengan berbagi ini. Sampai bertemu lagi

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.