• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Jagung Indonesia: Antara Panen Raya dan Mimpi Swasembada.

img

Newsmenit.com Mudah mudahan kalian dalam keadaan sehat, Di Jam Ini mari kita eksplorasi potensi Business, News, Indonesia, Dunia yang menarik. Laporan Artikel Seputar Business, News, Indonesia, Dunia Jagung Indonesia Antara Panen Raya dan Mimpi Swasembada Pastikan Anda membaca hingga bagian penutup.

    Table of Contents

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dinamika menarik dalam produksi jagung pipilan kering (JPK-KA14%) di Indonesia. Selama periode Januari hingga Agustus 2025, total produksi diperkirakan mencapai 10,84 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 8,16% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, tren produksi jagung menunjukkan fluktuasi yang perlu diperhatikan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2025 yang diselenggarakan pada hari Rabu, 26 Februari 2025, menyatakan bahwa produksi jagung berpotensi surplus. Beliau bahkan menyebutkan kesulitan dalam pembelian jagung karena harga yang harus dibeli mencapai Rp 5.500 per kg.

Namun, data BPS yang dirilis pada hari Selasa, 1 Juli 2025, memberikan gambaran yang lebih kompleks. Realisasi luas panen jagung pada bulan Mei 2025 mengalami penurunan menjadi 170 ribu hektare, dibandingkan dengan 200 ribu hektare pada bulan Mei 2024. Penurunan ini juga berdampak pada produksi, yang turun sebesar 9,01% menjadi 0,98 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS memperkirakan potensi luas panen jagung selama Juni hingga Agustus 2025 mencapai 0,66 juta hektare, dengan produksi JPK-KA14% diperkirakan sebesar 3,85 juta ton. Harapan peningkatan produksi ini sangat bergantung pada provinsi-provinsi sentra jagung seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Secara geografis, Pulau Jawa masih menjadi kontributor utama dengan menyumbang 7,89 juta ton atau 51,86% dari total produksi nasional. Sumatera menyusul dengan 3,49 juta ton, diikuti oleh Sulawesi (2,05 juta ton), Kalimantan (259,10 ribu ton), dan wilayah lainnya (1,52 juta ton). Jawa Timur tercatat sebagai produsen jagung terbesar, menyumbang lebih dari 25% produksi nasional. Sementara itu, Jawa Barat dan Gorontalo mengalami lonjakan signifikan dengan pertumbuhan lebih dari 20% secara tahunan. Sebaliknya, beberapa wilayah seperti Lampung dan Jawa Tengah mengalami kontraksi produksi.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi surplus, produksi jagung di Indonesia masih menghadapi tantangan dan tidak merata secara geografis. Upaya untuk mencapai target Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia memerlukan perhatian khusus terhadap dinamika produksi jagung dan komoditas lainnya.

Sekian penjelasan detail tentang jagung indonesia antara panen raya dan mimpi swasembada yang saya tuangkan dalam business, news, indonesia, dunia Mudah-mudahan tulisan ini membuka cakrawala berpikir Anda kembangkan hobi positif dan rawat kesehatan mental. Ayo sebar kebaikan dengan membagikan ini kepada orang lain. lihat artikel lain di bawah ini.

© Copyright 2024 - Newsmenit Situs Berita Terbaru Terkini Setiap Menit
Added Successfully

Type above and press Enter to search.